Majlis An-Nur Kalijaya Peringati Maulid Nabi 1448 H, KH. Ayatullah Khumaini Dorong Jamaah Hidupkan Keteladanan Rasulullah
TNC GROUP NEWS.WEB.ID | Tangerang (12/26) -Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, dan persaudaraan yang diajarkan Rasulullah merupakan bekal penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis.
Peringatan Maulid ini dihadiri Oleh Penceramah Dari Tangerang asal ciledug putra Betawi asli KH.Ayatullah Khumaini,S,Ag,Ustadz Herdiyansyah dari Tangerang,Kepala Desa Kampung Melayu Barat H.Subur Maryono,Pengasuh Majlis An-nur Kalijaya H.Hapid Junaedi,Ketua Hapid Center Zainal Abidin,.C.Med,Ketua Panitia Maulid Iwan dan Syahrul,Tokoh Pemuda Kecamatan Teluknaga Prayogo,Ketua Pemuda Syiar Melayu Barat Marta Ardiansyah,.S.E,Ketua RW Kalijaya Beserta jajaran Ketua RT,Ustadz Jamal,Ustadz Seokardi (Qori ke II ),Ustazd Samid ( DOA ),dan di Meriahkan oleh Tim Qosidah dan Jamaah Majlis An-nur Kalijaya Teluknaga Tangerang – Banten.
Pesan tersebut disampaikan Penghulu Penceramah Agama Kabupaten KH.Ayatullah Khumaini,.S.Ag ., saat menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW pada Majelis Taklim An-nur Kalijaya, Sabtu (12/09/2026).
Di hadapan jamaah majelis taklim dan masyarakat Kalijyaya yang hadir, Zainal Abidin,.C.Med Mewakili Segenap Panitia Maulid Majlis An-nur mengajak Jamaah Majlis An-nur Kalijaya Khususnya Untuk Lebih Cinta dan Mahabbah Kepada Nabi SAW di Acara Peringatan Maulid ini Jadikan peringatan Maulid kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap sejauh mana ajaran dan keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan " Ucap Bang Zain".
Dalam Ceramah Mauidhoh Hasanah KH.Ayatullah Khumaini,.S.Ag mengatakan“Maulid Nabi bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Yang lebih penting adalah bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan dalam perilaku kita sehari-hari. Akhlak Rasulullah harus menjadi contoh dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat,"Ujar KH.Ayatullah Khumaini.
Menurutnya , Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun hubungan antarmanusia. Beliau mengajarkan umat untuk menjaga lisan, menghormati sesama, menyayangi yang lebih muda, menghormati yang lebih tua, serta memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan"Ujarnya".
“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka kecintaan itu harus terlihat dalam akhlak. Jangan sampai kita rajin memperingati Maulid, tetapi masih mudah menyakiti orang lain dengan perkataan dan perbuatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran majelis taklim An-nur dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Majelis taklim An-nur tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan mendengarkan pengajian, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun kepedulian sosial.
“Majelis taklim An-nur memiliki peran yang sangat strategis. Dari majelis taklim, ilmu agama dapat terus disampaikan, silaturahmi diperkuat, dan nilai-nilai kebaikan dapat ditularkan kepada keluarga serta masyarakat,"Ucap H.Hapid Junaedi.
Lebih lanjut, ia mengajak para jamaah untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam menerapkan keteladanan Rasulullah SAW. Menurutnya, pendidikan akhlak tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi terutama melalui contoh yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak kita lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Karena itu, mari kita hadirkan keteladanan Rasulullah di dalam rumah melalui kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan sikap saling menghormati,”tuturnya H.Hapid Junaedi.
H.Hapid juga menekankan bahwa Kegiatan Majlis An-nur yang religius bukan hanya masyarakat yang aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga masyarakat yang mampu menerjemahkan nilai agama menjadi perilaku sosial yang membawa kedamaian khususnya Bagi Ruang Lingkup Keluarga maupun Masyarakat Sekitar Kampung Kalijaya.
“Ukuran keberagamaan kita bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang kita ikuti, tetapi seberapa besar agama membentuk akhlak dan memberikan manfaat kepada orang lain. Rasulullah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesamanya,"Ucap H.Hapid ".
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis An-nur Kalijaya dapat menjadi momentum untuk Tahun 2026 ini memperkuat persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat Kalijaya Baik Dari Jamaah Majlis An-nur itu Sendiri maupun Masyarakat Kampung Kalijaya.
“Semoga setelah Maulid ini kita tidak hanya pulang membawa kenangan tentang sebuah acara, tetapi membawa tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita jaga silaturahmi, saling membantu, dan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis TaklimAn-nur Kalijaya akhirnya membawa pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ketika nilai-nilai keteladanan Rasulullah hidup dalam keluarga, majelis taklim, dan lingkungan masyarakat, maka peringatan Maulid tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang berakhlak, rukun, dan saling peduli.
Melalui momentum tersebut, kehadiran Sang Penceramah KH.Ayatullah Khumaini di tengah masyarakat Majlis An-nur Kalijaya juga diharapkan terus memberikan penguatan nilai keagamaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial, sehingga semangat Maulid Nabi dapat terus hidup dalam perilaku dan pengabdian masyarakat sehari-hari " Ketua Hapid Center".
[ RED ] HAPID CENTER




0 Komentar