SOSIALISASI TMI BERSAMA KTH MATA WEELIMA, PETANI SOROT KETERBATASAN AIR DAN MINTA PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN
TNCGROUPNEWS.WEB.ID||SUMBA BARAT DAYA — DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumba Barat Daya bersama jajaran pengurus dan Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Sigit Prihandoko, M.Sc., menggelar sosialisasi dan dialog bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Mata Weelima, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para petani untuk menyampaikan berbagai kondisi dan kendala yang mereka hadapi, sekaligus memperkuat komunikasi serta sinergi antara kelompok tani, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, sektor kehutanan, Tani Merdeka Indonesia, dan pihak terkait lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu Aparat Desa Mata Weelima, Sekretaris Kecamatan Wewewa Timur, Kepala UPTD Kehutanan, serta sejumlah Ketua Gapoktan dari beberapa desa, termasuk Mata Weelima dan Weelima.j
Dalam dialog, turut dibahas keberadaan kelompok Tani Hutan yang telah memperoleh izin pemanfaatan dalam jangka panjang, termasuk izin yang disebut berlaku hingga 35 tahun. Legalitas tersebut dinilai membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kawasan sebagai sumber penghidupan yang produktif dan berkelanjutan.
Selama beberapa tahun terakhir, anggota KTH Mata Weelima telah berupaya mengembangkan sejumlah komoditas pertanian, di antaranya porang dan jahe. Namun, pengembangan tersebut masih membutuhkan dukungan berupa pendampingan teknis, peningkatan kapasitas petani, sarana produksi, akses pasar, serta pengelolaan usaha tani yang lebih baik.
PETANI KELUHKAN MAHALNYA AKSES AIR
Salah satu persoalan utama yang disampaikan petani dalam dialog tersebut adalah keterbatasan akses terhadap air bersih.
Para petani mengungkapkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka harus membeli air dengan harga sekitar Rp600.000 per tangki berkapasitas 6.000 liter. Kondisi tersebut semakin memberatkan karena akses jalan menuju wilayah mereka cukup sulit dan ekstrem.
Keterbatasan air tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi tantangan dalam menjalankan aktivitas pertanian. Biaya yang besar untuk memperoleh air turut menambah beban ekonomi keluarga petani.
Para petani berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait sehingga ditemukan solusi yang berkelanjutan, baik untuk kebutuhan air bersih masyarakat maupun untuk mendukung produktivitas pertanian.
TMI SIAP KAWAL ASPIRASI PETANI
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya, Kristina Bili, menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi petani dan menyampaikannya kepada pemerintah serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
“Kami melihat sendiri semangat dan etos kerja para petani. Mereka tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya membutuhkan dukungan agar dapat bekerja, mengembangkan pertanian, dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan lebih baik.”
Kristina mengatakan persoalan yang disampaikan petani akan menjadi bahan perjuangan bersama. TMI, kata dia, akan terus mendorong agar aspirasi masyarakat Mata Weelima dan Weelima dapat dikomunikasikan secara berjenjang kepada pemerintah dan instansi terkait.
“Saya yakin, dengan etos kerja petani yang tinggi dan apabila semua pihak bersinergi, apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat Mata Weelima dan Weelima dapat diperjuangkan untuk mendapatkan perhatian pemerintah,” ujar Kristina.
DORONG PETANI PRODUKTIF DAN MANDIRI
Tani Merdeka Indonesia menilai KTH Desa Mata Weelima memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kelompok tani yang produktif dan mandiri apabila mendapatkan pendampingan serta dukungan yang berkelanjutan.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya mencakup teknik budidaya, tetapi juga ketersediaan air, sarana produksi, teknologi pertanian, akses pasar, penguatan kelembagaan kelompok tani, diversifikasi komoditas, serta peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian.
Dengan sinergi antara petani, pemerintah desa, pemerintah daerah, sektor kehutanan, Kementerian Pertanian, Tani Merdeka Indonesia, dan pihak lainnya, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi keluarga petani.
Bagi Tani Merdeka Indonesia, perjuangan meningkatkan kesejahteraan petani bukan semata-mata tentang meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani memperoleh kesempatan untuk hidup lebih layak melalui hasil kerja keras mereka sendiri.
Dari Mata Weelima, aspirasi petani disuarakan. Dari Sumba Barat Daya, perjuangan untuk petani terus bergerak.
TANI MERDEKA INDONESIA — BERSAMA PETANI, MEMPERJUANGKAN PETANI.
Pewarta: Kristin
Red: TNC Group



0 Komentar