ASAP KEMBALI DATANG SETIAP SORE,WARGA ALFATAH RESIDENCE MINTA PERHATIAN BERSAMA"


TNCGROUPNEWS.WEB.ID||PALEMBANG — Ada waktu-waktu dalam sehari yang biasanya dinanti. Di Perumahan Alfatah Residence jln tanjung barangan Kelurahan Bukit Baru,kecamatan ilir barat 1. waktu itu adalah sore. 


ketika sore adalah waktu anak-anak melepas penat di halaman. Waktu bapak-bapak duduk di teras sambil menyeruput kopi, Waktu angin bertiup pelan membawa cerita hari ini.


Namun sejak beberapa waktu terakhir, sore di sini datang dengan cara yang berbeda. 


Senin, 24 Agustus 2026, langit kembali memucat. Perlahan, kabut tipis berubah menjadi tebal. Bau khas terbakar masuk melalui celah jendela, menyusup ke ruang tamu, ke kamar, ke tempat paling pribadi sekalipun. Jarak pandang memendek. Aktivitas luar rumah pun ikut meredup.


Warga menyebutnya "asap kiriman". Datangnya hampir rutin setiap sore. 


" Rasanya sudah jadi pemandangan sehari-hari," ujar Suhaimi, salah satu warga Alfatah Residence. "Yang paling terasa itu di pernapasan. Anak-anak jadi lebih sering batuk dan lansia


Kelompok yang paling merasakan dampaknya adalah mereka yang paling kita sayangi: anak-anak dan para lansia. Bagi mereka, udara bersih bukan sekedar kenyamanan. Ia adalah kebutuhan dasar untuk bisa tumbuh, untuk bisa beristirahat dengan tenang.


Berdasarkan informasi dari BPBD Sumsel, kabut ini berasal dari 9 titik kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir pada 23 Agustus 2026, dengan luas sekitar 39 hektare. Arah angin ke barat laut kemudian mempertemukan asap itu dengan langit Palembang, termasuk di wilayah Alfatah Residence dan sekitarnya.


Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa udara tidak mengenal batas administrasi. Asap yang bermula jauh di sana, pada akhirnya singgah juga di ruang keluarga kita di sini.


Di tengah situasi seperti ini, warga memilih untuk bertahan dengan cara-cara sederhana. Menutup rapat pintu dan jendela. Mengeluarkan masker yang ada. Saling mengingatkan satu sama lain untuk menjaga kesehatan. 


Harapannya sederhana saja. Harapan agar setiap sore bisa kembali seperti dulu. Harapan agar rumah kembali menjadi tempat yang paling aman dan paling nyaman untuk bernapas.


Kami menyadari, penanganan di sumber api berada di luar wilayah Kota Palembang. Ini menjadi pekerjaan bersama. Perlu ada jembatan komunikasi dan kerja sama yang baik antara Pemkot Palembang, Pemkab Ogan Ilir, Pemkab OKI, serta rekan-rekan di Manggala Agni dan seluruh pihak terkait.


Mungkin yang bisa kami lakukan saat ini adalah bersuara pelan. Bercerita tentang kondisi di lapangan. Berharap cerita ini didengar, dan menjadi bagian dari pertimbangan langkah-langkah selanjutnya.


Semoga ke depan, koordinasi antar daerah bisa semakin erat. Semoga perhatian untuk kesehatan warga, seperti penyediaan masker atau pos pemantauan kesehatan, juga bisa menjadi salah satu bentuk kehadiran negara di tengah kami.


Karena pada akhirnya, kita semua menginginkan hal yang sama: langit yang bersih, udara yang sehat, dan rumah yang kembali terasa aman.


RED/SHM

0 Komentar