Krisis Air Mulai Melanda Pekalongan, Hasil Panen Padi Merosot Jauh
TNC GROUP NEWS WEB.ID|- Pekalongan, 14 Juli 2026 – Masuk awal musim kemarau, wilayah Kecamatan Kesesi dan sekitarnya mulai dilanda krisis air yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini berdampak langsung pada menurunnya kualitas padi serta memicu kesulitan petani yang baru memulai tanam kedua.
Di Desa Watugajah, keterbatasan air membuat rendemen padi hanya berkisar 54–55 persen. Akibatnya, harga gabah kering panen di tingkat petani hanya tembus Rp6.000 per kilogram, di bawah Harga Pembelian Pemerintah yang ditetapkan Rp6.500.
Banyak petani akhirnya memilih menjual sistem tebasan demi meminimalkan risiko. Atam, petani setempat, menceritakan lahan setengah hektarnya terjual Rp13 juta. Namun kecemasan kini beralih ke tanaman barunya yang mulai kekeringan. Rencana gotong royong pengambilan air terhambat karena kesulitan mengumpulkan warga.
Kondisi ini dikonfirmasi Ketua IP3A Kalijogo Tangguh Perwira. Ia menyebut debit air turun drastis jauh sebelum jadwal semestinya yang seharusnya aman hingga akhir Agustus. "Ini tanda krisis air nyata. Pemerintah harus segera turun tangan, bantu pompanisasi dan perkuat koordinasi warga agar tanaman tidak mati," tegasnya.
Red-kikie



0 Komentar